Sambutan Ketum PB PGRI HUT KE-67 tahun 2012 di sini
Salam Pendidikan!
Setiap tanggal 25 Nopember Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memperingati salah satu momentum besar Hari Guru Nasional. Penghargaan tersebut diberikan kepada seluruh predikat guru di tanah air yang keberadaannya sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan. Esensi dan profesionalisme seorang guru sendiri menjadi hal penting yang perlu dibedah dan ditelaah lebih dalam. Bukan sekadar ngajar dan memberikan materi di sekolahan, melainkan lebih dari itu.
A. ESENSI DAN PROFESIONALISME GURU
    Kesempatan tahun ini, Kementerian Pendidikan Nasional (kemendiknas) menyajikan tema yang sangat relevan dalam menuntut keberadaan guru masakini. Profesionalisme guru, bukankah itu argument yang sangat tepat? Jadi seorang guru tidaklah gampang dan semudah seperti yang dilakukan sehari-hari. Guru dituntut untuk lebih bisa professional dalam melakukan tugasnya. Disamping itu, selain tugas pokok mengajar menyampaikan materi, Peran Sang Guru harus bisa mendidik serta membimbing peserta didik guna membentuk karakter dan kepribadian yang baik. Predikat seorang guru diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, guru harus mampu melengkapi administrasi pembelajaran, mulai dari; Silabus, RPP, Program Semester, Program Tahunan, dan Evaluasi Belajar serta menyajikan media belajar yang aktif, kreatif, dan inovatif.
B. PAHLAWAN TANPA TANDA JASA
Predikat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, begitulah ungkapan khalayak menyebutnya.

Hal tersebut membuktikan bahwa guru sudah berjuang dalam mencerdaskan generasi bangsa di segala jenjang pendidikan. Pada prinsipnya, dalam kehidupan sehari-hari guru dipandang ssebagai seseorang yang mempunyai nama tersendiri dibandingkan dengan karir lainnya. Pasalnya, seorang guru mempunyai poin-poin tertentu, guru sebagai abdi Negara, guru sebagai pendidik serta pencerdas anak bangsa. Bukankah belajar menuntut ilmu menjadi salah satu kewajiban kita sebagai orang muslim? Ini menjadi poin yang unik lagi. Jalur karir seorang guru Dunia-Akhirat. Dengan kata lain, seorang guru berjuang demi diri sendiri, orang lain, dan tabungan pahala di hari akhir. Sungguh mulianya engkau seorang guru. Bekerja tanpa pamrih mempertaruhkan lahir batin demi sang buah hatinya. Oleh karena itu, predikat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa sangatlah tepat untuk mereka.
Berdasarkan pedoman pelaksanaan upacara penyelenggaraan Hari Guru Nasional tahun 2012 dan HUT ke-67 PGRI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama dan Ketua Umum PB PGRI menjadi pembina upacara  di kantor pusat masing-masing. Berbagai  kegiatan akan dilakukan di tingkat pusat maupun daerah seperti  pertemuan forum ilmiah guru, lomba kreatifitas guru, asean council of teacher, talkshow di RRI dan TVRI, bakti sosial (donor darah dan kebersihan lingkungan), gerak jalan sehat, ziarah ke Taman Makam Pahlawan serta pemberian penghargaan dan tanda kehormatan  kepada mereka-mereka yang telah berjasa di bidang pendidikan dan kebudayaan. Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah melalui keputusan presiden nomor 78 tahun 1994 telah menetapkan tanggal 25 november sebagai hari guru nasional yang dikuatkan oleh UU no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen serta peraturan pemerintah no. 74 tahun 2008 tentang Guru.
Selamat Hari Guru Nasional. Semoga kiprah Sang Guru dalam mengemban Abdi Negara menjadi salah satu semangat guna mencerdaskan generasi bangsa.