Latest Entries »

Fadhilah saat penerimaan uang pembinaan Juara I Porseni Se-Kab. Sukoharjo
Di hari-hari akhir tahun 2012, tepatnya tanggal 20 Desember kemarin, untuk kesekian kali murid yang bernama Fadhilah Khoirun Nisak memberikan kado untuk MI Negeri Grogol. Kali ini kado yang dia berikan adalah “JUARA I LOMBA MTQ PUTRI TINGKAT MI SE-KAB. SUKOHARJO DALAM RANGKA HAB KEMENAG KE-67 TAHUN 2013”, sebuah kado yang menurutnya terbaik untuk Madrasahnya.
Ya, setelah giat dan tekun berlatih di kegiatan Ekstra Kurikuler Qiroah (seni Tilawah) tiap hari Rabu sore di MI Negeri Grogol dengan guru pembimbing bapak Irsam Nasirin, MM ditambah latihan rutin harian untuk persiapan lomba, akhirnya siswi kelas V A ini bisa meraih Juara I pada lomba MTQ yang dilaksanakan oleh Kantor Kemenag Kab. Sukoharjo.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi ini, Kepala madrasah Bapak Drs. T. Istanto yang ikut hadir saat lomba, mewakili keluarhga besar MI Negeri Grogol, memberikan uang pembinaan sebesar 300,000,- sesaat setelah pengumuman pemenang. Bukan kali ini saja kepala madrasah memberikan apresiasi pada Fadhilah, karena dia sudah beberapa kali mendapat Juara I di Seni Tilawah yang dia tekuni, seperti Juara I pada Porseni MI cabang lomba Qiroah kategori putri, Juara I lomba Qiroah tingkat eks. Karesidenan Surakarta pada lomba Peringatan HUT TNI Ke- 66 Kodim 0726 dan banyak prestasi lain yang dicapainya mulai dari tingkat Kecamatan sampai tingkat Kabupaten.
Sekilas pandang Fadhilah
Kecil-kecil si cabe rawit, biar kecil banyak prestasinya. Pepatah itulah yang terlintas di benak orang yang mengenal murid imut yang memiliki senyum manis.
Pagi, siang dan sore hari pun gadis cilik yang memiliki nama lengkap Fadhilah Khoirun Nisak ini selalu tersenyum ceria bila bertemu guru dan teman-temannya.
Di rumah dan madrasah ia biasa di sapa teman-teman dengan panggilan Fadilah. Gadis imut yang baru duduk di kelas 5 ini sangat menyukai seni Tilawah. Baginya, seni tilawah adalah warisan budaya islam yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan. Semangatnya dalam melestarikan Seni Tilawah/Qiroah terlihat dari keseriusannya dalam berlatih dengan terus aktif mengikuti kegiatan mingguan yang dilaksanakan madrasah. Beruntung memang dia sekolah di MI Negeri Grogol yang memfasilitasi murid-murid dengan banyak Ekstra Kurilkuler mulai dari Seni menggambar, pramuka, pencak silat, drum band, English club, Arabic Club dan banyak lainnya. Bukan hanya itu semangat fadhilah terlihat, semangatnya itu pun terasakan kuat saat dia sudah membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suaranya yang syahdu tapi tegas setegas sifatnya dalam mempertahankan prinsip. Masyarakat pun sudah terlanjur suka dengan suaranya sehingga kerap kali dia diundang untuk membaca tilawah pada acara-acara di desa, di samping sering juga menjadi pembaca tilawah pada acara resmi seperti pada acara yang dilakukan oleh Kemenag Kab. Sukoharjo belum lama ini.
Multi talenta, itu yang disematkan guru-gurunya pada siswi yang hampir berprestasi dalam banyak hal di madrasah. Disamping hebat dalam seni tilawah, gadis cilik yang memiliki senyum manis putri semata wayang pasangan bapak Sri Hartono dan Ibu Sri Rahayu, yang bertempat tinggal di Sadakan RT 1/4 Grogol Weru Sukoharjo juga ahli dalam seni tari. Dan itu terbukti dia selalu menjadi salah satu siswa dari regu tari yang selalu menjadi kontingen MI Negeri Grogol tiap ada lomba tari baik di POPDA atau Porseni SD/MI yang pada POPDA 2012 kemarin meraih Juara III di tingkat Kecamatan. Bidang akademik pun, gadis cilik kelahiran 26 Mei 2002 ini termasuk terbaik dibanding dengan teman sekelasnya. Ia adalah juara I kelas 5A semester gasal Tahun pelajaran 2012/  2013 kemarin.

Untuk mendownload gambar ukuran besar klik disini kemudian klik menu “file” dan pilih “unduh”.

UJI PUBLIK KURIKULUM 2013

PENGANTAR
Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. Disamping kurikulum, terdapat sejumlah faktor diantaranya: lama siswa bersekolah; lama siswa tinggal di sekolah; pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; buku pegangan atau buku babon; dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan.
Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 35: kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Hal ini sejalan pula dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.
Sejumlah hal yang menjadi alasan pengembangan Kurikulum 2013 adalah (a) Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output] memerlukan penambahan jam pelajaran; (b) Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam pelajaran [KIPP dan MELT di AS, Korea Selatan]; (c) Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat, dan (d) Walaupun pembelajaran di Finlandia relatif singkat, tetapi didukung dengan pembelajaran tutorial
Sementara itu, Kurikulum 2006 memuat sejumlah permasalahan diantaranya: (1) Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (2) Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; (3) Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (4) Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global; (5) Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; (6) Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan (7) Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.
Tiga faktor lainnya juga menjadi alasan Pengembangan Kurikulum 2013 adalah, pertama, tantangan masa depan diantaranya meliputi arus globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, dan ekonomi berbasis pengetahuan.
Kedua, kompetensi masa depan yang antaranya meliputi kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang efektif, dan kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda.
Ketiga, fenomena sosial yang mengemuka seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam berbagai jenis ujian, dan gejolak sosial (social unrest). Yang keempat adalah persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa yang terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter.
Selanjutnya, seperti yang akan Anda temukan nanti, berbagai aspek dalam Pengembangan Kurikulum 2013 dapat Anda beri tanggapan melalui laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id ini. Anda dapat menggunakan kesempatan baik ini untuk memberi masukan, kritik, dan saran hingga tanggal 24 Desember 2012.
Untuk memaksimalkan uji publik serta agar setiap tanggapan dapat kami rekam dengan baik guna pengolahan lebih lanjut, pelaksanaan uji publik ini dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut:
  1. Anda diminta mengunduh rancangan Kurikulum 2013 yang tersedia dalam bentuk PDF pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id ini (klik disini untuk mengunduh).
  2. Dalam setiap halaman rancangan Kurikulum 2013 tersebut, terdapat ruang untuk Anda memberi tanggapan.
  3. Bilamana Anda hendak memasukkan tanggapan melalui laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id, kami minta Anda terlebih dahulu mengisi identitas diri dalam lembar isian yang tersedia.
Jika ada hal-hal yang ingin disampaikan lebih lanjut bisa melalui email: ujipublik.kurikulum@kemdikbud.go.id
Atas partisipasi Anda dalam Pengembangan Kurikulum 2013 kami sampaikan terima kasih. Untuk melanjutkan klik disini.

Salam,
Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

FUN WITH CLASS MEETING

Setelah melaksanakan Ulangan Semester Gasal Tahun ajaran 2012/2013 pada tanggal 30 November- 08 Desember kemarin, siswa MI Negeri Grogol, untuk merefresh pikiran mereka yang jenuh dengan materi belajar dan materi ulangan, melaksanakan Class Meeting dengan tema “Fun With Class Meeting”. Tema itu sendiri dipilih karena untuk sekarang hanya akan melombakan olah raga yang merupakan kegiatan favorit anak-anak. 
Kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap akhir semester ini merupakan salah satu idola siswa karena bisa menjadi ajang mengasah bakat dan kemampuan dengan mengukurnya melalui lomba antar kelas. Meski hanya satu hari, tapi kegiatan ini bisa membuat wajah mereka sumringah dan bahagia seperti tema yang di angkat dalam Class meetingnya. 
Pelaksanaan lomba sendiri di pusatkan di halaman belakang madrasah dengan melombakan cabang sepak bola dan Bola Voli plastik dengan peserta dari regu kelas dari kelas 3 sampai kelas 6. Acara semakin meriah dengan kehadiran Bapak Istanto, Kepala Madrasah, yang ikut menyemangati dan member arahan-arahan singkat saat lomba karena minimnya pengalaman lomba anak-anak.

Sambutan Ketum PB PGRI HUT KE-67 tahun 2012 di sini
Salam Pendidikan!
Setiap tanggal 25 Nopember Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memperingati salah satu momentum besar Hari Guru Nasional. Penghargaan tersebut diberikan kepada seluruh predikat guru di tanah air yang keberadaannya sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan. Esensi dan profesionalisme seorang guru sendiri menjadi hal penting yang perlu dibedah dan ditelaah lebih dalam. Bukan sekadar ngajar dan memberikan materi di sekolahan, melainkan lebih dari itu.
A. ESENSI DAN PROFESIONALISME GURU
    Kesempatan tahun ini, Kementerian Pendidikan Nasional (kemendiknas) menyajikan tema yang sangat relevan dalam menuntut keberadaan guru masakini. Profesionalisme guru, bukankah itu argument yang sangat tepat? Jadi seorang guru tidaklah gampang dan semudah seperti yang dilakukan sehari-hari. Guru dituntut untuk lebih bisa professional dalam melakukan tugasnya. Disamping itu, selain tugas pokok mengajar menyampaikan materi, Peran Sang Guru harus bisa mendidik serta membimbing peserta didik guna membentuk karakter dan kepribadian yang baik. Predikat seorang guru diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, guru harus mampu melengkapi administrasi pembelajaran, mulai dari; Silabus, RPP, Program Semester, Program Tahunan, dan Evaluasi Belajar serta menyajikan media belajar yang aktif, kreatif, dan inovatif.
B. PAHLAWAN TANPA TANDA JASA
Predikat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, begitulah ungkapan khalayak menyebutnya.

Hal tersebut membuktikan bahwa guru sudah berjuang dalam mencerdaskan generasi bangsa di segala jenjang pendidikan. Pada prinsipnya, dalam kehidupan sehari-hari guru dipandang ssebagai seseorang yang mempunyai nama tersendiri dibandingkan dengan karir lainnya. Pasalnya, seorang guru mempunyai poin-poin tertentu, guru sebagai abdi Negara, guru sebagai pendidik serta pencerdas anak bangsa. Bukankah belajar menuntut ilmu menjadi salah satu kewajiban kita sebagai orang muslim? Ini menjadi poin yang unik lagi. Jalur karir seorang guru Dunia-Akhirat. Dengan kata lain, seorang guru berjuang demi diri sendiri, orang lain, dan tabungan pahala di hari akhir. Sungguh mulianya engkau seorang guru. Bekerja tanpa pamrih mempertaruhkan lahir batin demi sang buah hatinya. Oleh karena itu, predikat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa sangatlah tepat untuk mereka.
Berdasarkan pedoman pelaksanaan upacara penyelenggaraan Hari Guru Nasional tahun 2012 dan HUT ke-67 PGRI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama dan Ketua Umum PB PGRI menjadi pembina upacara  di kantor pusat masing-masing. Berbagai  kegiatan akan dilakukan di tingkat pusat maupun daerah seperti  pertemuan forum ilmiah guru, lomba kreatifitas guru, asean council of teacher, talkshow di RRI dan TVRI, bakti sosial (donor darah dan kebersihan lingkungan), gerak jalan sehat, ziarah ke Taman Makam Pahlawan serta pemberian penghargaan dan tanda kehormatan  kepada mereka-mereka yang telah berjasa di bidang pendidikan dan kebudayaan. Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah melalui keputusan presiden nomor 78 tahun 1994 telah menetapkan tanggal 25 november sebagai hari guru nasional yang dikuatkan oleh UU no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen serta peraturan pemerintah no. 74 tahun 2008 tentang Guru.
Selamat Hari Guru Nasional. Semoga kiprah Sang Guru dalam mengemban Abdi Negara menjadi salah satu semangat guna mencerdaskan generasi bangsa.

BERHARAP PADA TES IQ

Pagi tadi, Sabtu, 17 November 2012 MI Negeri Grogol untuk kalipertamanya mengadakan Tes IQ siswa-siswinya bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia “Pelita Harapan Bangsa”. Kegiatan ini sendiri yang direncanakan diadakan tiap tahun, dilaksanakan untuk memetakan tingkat kemampuan anak dalam berbagai aspek untuk dijadikan tolok ukur kelanjutan penanganan mereka baik pengembangan aspek kemampuan yang sudah baik atau peningkatan aspek kemampuan yang masih minim. 

Secara umum tes IQ memang diartikan sebagai tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat inteligensi seseorang. Tes IQ ini mengukur inteligensi yang meliputi keseluruhan kapasitas yang dimiliki seseorang untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan beradaptasi secara efektif terhadap lingkungan. Kemampuan-kemampuan yang dinilai oleh tes IQ antara lain, daya tangkap, daya ingat, minat terhadap lingkungan atau pengetahuan umum, kemampuan berbahasa,
kemampuan analisis dan sintesis dalam tataran konseptual maupun praktis, kemampuan memecahkan masalah secara konseptual maupun praktis, fleksibilitas berpikir, kemampuan konsentrasi, serta kemampuan dasar numerik atau hitung menghitung. Di harapkan, madrasah dapat memanfaatkan hasil tes IQ dengan melihat pada kekuatan dan kelemahan siswa. Jika melalui tes IQ ternyata diketahui ada kelemahan dalam kemampuan bahasa, maka bisa dirancang program yang dapat mengembangkan kemampuan bahasa untuk membantu proses belajar siswa.
Tes IQ ini sendiri dilaksanakan serentak tadi pagi mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 dengan pelaksanaan di kelas masing-masing dengan terlebih dahulu ada sedikit pertemuan antara Guru MI N Grogol dan Pihak Pelita Harapan Bangsa membicarakan proses dan kelanjutan Tes IQ ini agar pelaksanaannya berjalan lancar dan Follow Up-nya lebih maksimal.
Sebagai info, Tes IQ ini murni gratis hasil kerjasama MI Negeri Grogol dan LPSDM PHB. Hanya saja, hasil Tes ini hanya berupa laporan untuk MI N Grogol, sedangkan wali murid yang menginginkan hasil individu dikenai biaya 10.000,- untuk ongkos cetak Sertifikat yang dikeluarkan pihak LPSDM PHB.
Download di sini
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Sebelum saya memulai menyampaikan sambutan ini, marilah kita bersama-sama mengucapkan salam guru, salam PGRI, dan salam solidaritas. Yang saya hormati, Bapak Gubernur …., Bapak Bupati …, Bapak Walikota …, Bapak/Ibu para Pejabat Sipil, TNI, maupun Polri. Segenap Pengurus PGRI,Hadirin dan undangan, serta anggota PGRI di seluruh tanah air yang berbahagia, Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt., Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nikmat yang dilimpahkan kepada kita, hari ini kita bersama dapat melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional tahun 2012 dan Hari Ulang Tahun ke-67 PGRI. Hari ini, tanggal 25 November 2012, enam puluh tujuh tahun yang lalu, PGRI lahir dalam Kongres Guru Indonesia di Surakarta. PGRI lahir dari kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan para guru, dosen, tenaga kependidikan, para pensiunan guru, dan para pegawai Kementerian Pendidikan dan Pengajaran yang baru didirikan.
Dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945 yang menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia, mereka bersatu untuk mengisi kemerdekaan. Segala perpecahan kelompok guru yang berdasarkan ijazah, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, aliran politik, agama, dan suku sepakat untuk dihapuskan. Puluhan organisasi guru sepakat membentuk satu-satunya organisasi profesi guru, membangun kekuatan agar nilai tawarnya kuat dan berwibawa untuk mengawal mutu pendidikan dan memperjuangkan profesi dan nasib guru, yaitu PGRI. PGRI menyadari bahwa untuk membangun pendidikan yang bermutu, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memperjuangkan kepentingan guru, dosen, tenaga kependidikan, diperlukan kekuatan dan kebersamaan.

Tidak ada kemenangan tanpa kekuatan. Tidak ada kekuatan tanpa persatuan. Tidak ada persatuan tanpa berhimpun dan berserikat. Guru tidak boleh terpecah belah dan bercerai berai. PGRI yakin bahwa kekuatan, kemajuan, moral, karakter, dan martabat suatu bangsa merupakan efek kumulatif dari upaya pendidikan dan pengajaran yang baik, guru memegang peran strategis. Saudara-saudara, para guru warga PGRI yang berbahagia, Kita patut bersyukur bahwa Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 telah menetapkan Hari Guru Nasional pada tanggal 25 November, hari lahir PGRI. Penetapan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional bukanlah suatu kebetulan. Sejarah * Pilih sesuai dengan tingkat penyelenggara upacara. 2 perjuangan guru yang sistematis dan komprehensif lahir bersamaan dengan lahirnya PGRI. Wajar hari kelahiran PGRI ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional, seperti tercantum dalam UU Guru dan Dosen.
Saat ini banyak pihak berharap PGRI merupakan satu-satunya organisasi profesi guru Indonesia yang mampu sebagai tempat bernaung dan berjuang bagi para guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Saudara-saudara yang kami banggakan, Tema peringatan Hari Guru Nasional tahun 2012 dan Hari Ulang Tahun ke-67 PGRI adalah, “Memacu Profesionalisasi Guru melalui Peningkatan Kompetensi dan Penegakan Kode Etik”. Tema ini diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada berbagai pihak bahwa peningkatan kompetensi guru dan menegakan kode etik adalah langkah penting untuk memacu profesionalisasi guru dalam pembangunan karakter bangsa. Guru telah ditetapkan sebagai profesi pada akhir tahun 2004 oleh Bapak Presiden. Undang-Undang Guru diperjuangkan oleh PGRI dan disahkan pada akhir tahun 2005. PGRI pada tahun 2008 telah menyusun dan menetapkan kode etik guru yang lebih lengkap dan rinci sebagai perbaikan atas kode etik yang telah dimiliki sejak tahun 1973. Kode Etik itu berisi norma dan etika yang mengikat perilaku guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan. Kode etik guru akan mulai dilaksanakan dan ditegakkan pada 1 Januari 2013. Direncanakan tanda dimulai pelaksanakannya akan disampaikan Presiden RI pada puncak Hari Guru Nasional Tahun 2012 dan HUT ke-67 PGRI. Pelaksanaan kode etik secara konsekuen ini akan menjadi sejarah baru dalam kehidupan guru di Indonesia, sebagai upaya mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, terlindungi, dan bermartabat. Para guru pasti akan merasa bangga. Para guru akan semakin terlindungi. Jika dalam pelaksanaan kode etik ada pelanggaran, guru tidak dibenarkan langsung dilaporkan kepada pihak yang berwajib, tetapi kepada Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI). PGRI sesuai amanat UU Guru dan Dosen, telah berhasil membentuk DKGI yang akan menegakkan kode etik sampai tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dan siap bekerja dengan baik. Para guru dan segenap peserta upacara yang saya hormati, Kita meyakini bahwa untuk kemajuan bangsa, diperlukan pendidikan bermutu, sedang pendidikan bermutu membutuhkan guru profesional, sejahtera, terlindungi, dan bermartabat. Itulah sebabnya dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, PGRI akan tetap mendorong pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru, terlebih lagi guru non-PNS. PGRI selalu mendorong pemerintah untuk segera dan tidak terlambat dalam memenuhi hak-hak guru. Terkait dengan kesejahteraan, PGRI mendorong pemerintah untuk memberikan penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial, sebagaimana dimaksud 3 oleh Undang Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Masih banyak agenda PGRI untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, profesionalisme, dan kesejahteraan guru, dalam membangun karakter bangsa dan pendidikan bermutu. Sebagai organisasi profesi guru, PGRI selalu mendorong terjadinya perubahan kinerja dan peningkatan kompetensi guru, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi lebih baik sejalan dengan berbagai upaya peningkatan kesejahteraannya. PGRI telah siap melaksanakan kewenangannya sebagaimana diamanatkan pada pasal 42 UUGD. PGRI juga telah dan akan terus menunjukkan komitmen mengawal dan memperjuangkan agar kebijakan untuk guru dan pendidikan bertambah baik. Saat ini, PGRI sedang mengawal berbagai perubahan peraturan perundang-undangan tentang guru dan tenaga kependidikan, seperti Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Permenegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009, dan Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010. Sejumlah usul PGRI, seperti pengaturan beban kerja 24 jam, perbaikan Batas Usia Pensiun dan pemenuhan hak pengawas sekolah dan penilik pendidikan nonformal, perbaikan kenaikan pangkat, dan lain-lain telah diakomodasi. PGRI bersyukur dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah dan pemerintah daerah karena berbagai usul PGRI mendapat respon sangat baik, sehingga PGRI yakin kehidupan guru akan semakin baik pula. Hadirin, peserta upacara yang berbahagia, Mengakhiri sambutan ini, saya mengajak para guru, dosen, dan tenaga kependidikan untuk mengamalkan jati diri PGRI, melaksanakan kode etik, dan selalu meningkatkan komitmen dan profesionalisme untuk memberikan layanan terbaik kepada peserta didik dan masyarakat. Kepada pemerintah dan masyarakat kami mintakan bantuannya untuk memberikan kesempatan terbaik kepada para guru untuk melaksanakan tugas profesionalnya. khirnya, kami ucapkan selamat Hari Guru Nasional dan HUT ke-67 PGRI kepada para guru di seluruh tanah air, semoga pengabdian kita akan memberikan makna bagi bangsa dan negara serta kemanusiaan, serta sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Amin. Selamat Berjuang !, Hidup Guru !, Hidup PGRI !, Solidaritas ! Billahi Taufik Walhidayah,Wassalmu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Jakarta, 25 November 2012 Ketua Umum PB PGRI, Dr. H. Sulistiyo, M.Pd
Download di sini

Hari raya Idul Adha adalah salah satu hari raya besar umat Islam di seluruh dunia. Hari raya Idul Adha sering juga disebut Ied An-nahr atau hari raya Penyembelihan Hewan Qurban. Sebagai ibadah sunnah, para umat Islam mewujudkan sebagian hartanya untuk membeli hewan kemudian dikurbankan. Misalnya, menggalang dana iuran sukarela secara kelompok  yang dikumpulkan, kemudian diwujudkan dengan hewan kurban (lembu, kambing, dll.)

Agama Islam pun telah menganjurkan, bahwasannya mewujudkan hewan kurban merupakan sebagian kewajiban yang apabila ditunaikan akan mendapat pahala dari Allah SWT.,  sebagai pembersih sebagaimana halnya zakat fitrah di bulan Ramadhan.

Di sisi lain, mewujudkan penyembelihan hewan kurban merupakan salah satu kegiatan sosial keagamaan, khususnya dalam beribadah dan hidup bermasyarakat. Kegiatan tersebut tentunya tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari beberapa pihak yang turut andil di dalamnya. Suatu contoh, sebagai peserta didik di

MI N Grogol wajib mendukung, membantu segi materi dan pikiran, serta melaksanakannya secara bersama-sama, khususnya kegiatan latihan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan di lingkup sekolah.

Sebagai penggerak dan pengarahnya, Bapak/Ibu guru sekadar memberikan bimbingan dan pengarahan
prosesi pelaksanakan kegiatan tersebut. Hal tersebut mengandung maksud, agar peserta didik mampu belajar sejak dini tentang teori dan praktik dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban secara detail. Dari tahap penggalangan dana, perwujudan hewan kurban, sampai tahap pendistribusian, serta kepada orang yang berhak menerimanya. Oleh karena itu, kegiatan penyembelihan hewan kurban tersebut selain harus kita bina sejak dini juga mengandung beberapa khasanah yang sangat mulia, antara lain; melatih dan membiasakan siswa dalam kegiatan beribadah, khususnya penyembelihan kurban serta menanamkan dan menumbuhkan kesadaran diri sebagai umat

Islam dalam memberikan sebagian hartanya, yang diwujudkan sebagaimana tersebut. Hingga pada akhirnya, tercapai suatu kekhasanahan dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban hari raya Idul Adha.

MI N Grogol sendiri, karena memberikan waktu anak-anak meramaikan kurban di desa masing-masing, melaksanakan Latihan Kurban pada hari Sabtu 27 Oktober 2012 atau hari Tasyriq pertama.Untuk Pendistribusian, tahun ini lebih terkonsentrasikan di sekitar lokasi Madrasah Ibtidaiyyah Negeri Grogol yaitu di dukuh Mlaran dan dukuh Grogol di Desa Grogol ditambah sedikit di dukuh Nambangan Grogol Weru, Jentir Gunung kidul, dan di wilayah kecamatan Cawas Klaten.

Dokumentasi Klik di sini

Masih di bulan Syawal, K3MI (Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyyah) Kab. Sukoharjo, sebagai kelanjutan dari Porseni MI di tiap kecamatan di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan sebagai persiapan Porseni MI Tingkat Provinsi, mengadakan Porseni MI Ke- VI Se-Kab. Sukoharjo.

Acara yang diikuti oleh delegasi dari tiap kecamatan (Hasil Porseni MI Se-Kecamatan) ini melombakan sebanyak 11 Cabang lomba yaitu :
  1. Lari 60 meter
  2. Lari 200 meter
  3. Tenis meja 
  4.  Bulu tangkis
  5. Catur
  6. Pidato Bahasa Indonesia
  7. Pidato bahasa arab
  8. Pidato bahasa inggris
  9. Pidato bahasa jawa
  10. Kaligrafi
  11. Musabaqoh Tilawatil Qur’an
Banyaknya cabang lomba yang dilaksanakan, mengharuskan pelaksanaan lomba dilaksanakan di banyak tempat di Sukoharjo, meski untuk upacara pembukaan dan penutupan dilaksanakan di MIN Jetis gedung utama. Untuk lari bertempat di Lapangan Sepak bola Gayamsari, Tenis meja di MIN Jetis gedung Joho, Bulu tangkis di GOR Putri pantes dan sisanya di MIN Jetis Gedung utama.
Meski sedianya acara ini dijadwalkan dilaksanakan tanggal 29-30 Agustus, tapi melihat cepatnya pelaksanaaan di lapangan, akhirnya acara hanya dilaksanakan satu hari pertama, yaitu tanggal 29.
MI Negeri Grogol, sebagai bagian dari kontingen Kec. Weru setelah meraih  juara 1 pada Porseni Kec. di cabang lomba Pidato Bahasa Jawa Putri, Pidato Bahasa Indonesia Putri, Kaligrafi Putra dan Putri, MTQ Putri, Bulu tangkis Putri dan Tenis Meja Putri, juga ikut berangkat dengan armada dari sekolah 2 mobil.
Setelah pembukaan acara yang dipimpin oleh Kasi Mapendais Kankemenag Kab. Sukoharjo, bapak Sudiman MM, masing-masing peserta didampingi Official dan pendamping langsung ke tempat lomba masing-masing untuk melakukan daftar ulang yang kemudian dilanjutkan pelaksanaan lomba.
Dan Alhamdulillah, setelah menampilkan yang terbaik, siswa MI Negeri Grogol sebagai bagian Kontingen Kec. Weru mendapatkan hasil yang memuaskan. Meski hanya 1 emas,  1 Perak dan 3 perunggu, tapi itu cukup memuaskan mengingat kondisi sekolah yang secara fisik dan ekonomi siswa belum siap untuk bersaing.
Rincian hasil yang diraih Siswa MI Negeri Grogol adalah ;
  •   Juara I lomba MTQ Putri atas nama Fadhilah Khoirun Nisak 
  •  Juara II Lomba Tenis Meja Putri atas nama Aprilia Dwi ayu Widyaningrum
  •  Juara III Lomba Bulu tangkis Putri atas nama Alesy Imelia Putri
  • Juara III Lomba Pidato Bahasa Indonesi atas nama Intan Kesya Alia 
  •  Juara III Lomba pidato Bahasa Jaw a atas nama Kurnialillah Al Wahid Dinar
  • Kaligrafi Putra atas nama Mulyadi
Syukur pada Allah SWT, sekali lagi, atas karunia yang begitu besar dan bermakna. Semoga ini menjadi titik balik kesekian kali, untuk meraih hasil yang lebih baik,
UNTUK KEMAJUAN ANAK BANGSA
UNTUK KEMAJUAN INDONESIAA….. Amiiiinnnnn….